Hari ini adalah hari yang sial bagi saya, memangnya ada apa? tepat di hari sabtu ini, hari yang seharusnya menyenangkan bagi kaum pekerja seperti saya karena bisa ber-hibernasi dengan tenang tanpa takut akan telatnya waktu berangkat kerja, saya kehilangan hape saya. Hape candybar bermerk Nokia bertipe E51 berwarna rose gold dengan karat pada trackpadnya (*meminjam istilah Blackberry) lenyap tak berbekas di kamar saya sendiri.

Kejadiannya berawal dari kebiasaan ritual tidur saya yg tiada duanya di lingkungan kosan saya sendiri, saya biasa tidur dengan pintu terbuka, kipas angin menyala, dan telanjang dada (*yang terakhir sama sekali tidak ada andil atas hilangnya hape saya) karena sirkulasi udara di kamar saya tidak bagus & terasa sedikit panas yang menjadi penyebabnya. Jumat malam waktunya bersenang-senang ria dengan kawan melepaskan penat bekerja 5 hari sebelumnya..ternyata harus dibalas dengan rasa menohok di Sabtu paginya. Hape yang ketika saya mulai tidur jam 4 pagi, saya charge di atas kasur dan saya letakkan sejajar dengan kepala saya dengan maksud terdengar alarmnya di pagi hari. Tapi apa yang terjadi??Jam 9 pagi ketika saya bangun karena alam bawah sadar saya masih merasa hari itu adalah hari kerja jadi tidurnya hanya 5 jam saja (jangka waktu tidur yang sama seperti senin-jum’at), saya kehilangan rekan tidur saya tersebut, raib. Hanya ada kabel charge yang menjuntai ke bawah, melintang k arah kaki dengan posisi sudah di atas lantai (*untung saja chargeannya tidak ikutan diambil, punya temen kosan soalnya)
huuh..bangun tidur bukannya menatap matahari pagi,menyeruput teh manis hangat dan menyantap nasi uduk, malah harus membangunkan teman kosan lain, untuk meminjam hape biar bisa digunakan missedcall(call:panggilan, miss:hilang) memanggil yang hilang…dan bisa ditebak yang menjawab panggilan kehilangan saya itu adalah suara operator, tanda hape sudah dimatikan. Ya sudahlah, mungkin bukan rejeki saya itu hape, mungkin itu teguran karena sedikitnya saya beramal, tapi boleh dong saya mengumpat sedikit.. (KAMPRET,,smoga yang ambil hape masuk ke kerak NERAKA!!!)….fuh lega, kalau sudah mengumpat seperti itu
Selidik punya selidik, ternyata teman kosan saya ada yang melihat orang asing keluar dari kosan saat dia masuk sekitar jam 8 pagi (setelah dia breakfast dengan pacarnya,,hoho betapa berbeda nasibnya dengan saya…ups curcol), orang asing itu berperawakan lebih tua sedikit daripada perawakan mahasiswa umumnya, berkulit sawo matang, dan berambut keriting (andai saja teman saya berinisiatif untuk kenalan dengan orang itu dan berfoto bersama,,tentu akan lebih mudah melacak orang tersebut,,keluh), dan orang itu pergi langsung dengan dibonceng temannya yang sudah menunggu dengan motor bebek di luar kosan. Karena kejadian kehilangan saya itu, teman saya jadi teringat adanya orang asing tesebut. Spontan saya tanyakan satu-perstau teman saya, ada tidak yang merasa dikunjungi temannya jam tersebut, dan tidak ada yang merasa. Wah ini dia tersangkanya sudah bisa ketahuan, dari orang luar kosan. Ya sudahlah mungkin memang untuk pengalaman saya sendiri, baru kali ini mengalami kecurian, sudah terlalu merasa aman saya dengan lingkungan Pondok Jaya Bintaro.Pengalaman memang guru terbaik dan mahal harganya (*walaupun mungkin harga hape saya sudah turun drastis, jadi 1,5jutaan mungkin,,hahaha). Setelah merasa cukup menyelidiki dan moengobrak-abrik kamar saya sendir, sudahlah lanjutkan tidur saja, jam istirahat tubuh ini masih sangat kurang untuk ukuran hari Sabtu.
….melanjutkan tidur lagi…….
Terbangun jam 2 siang dan akhirnya sadar sepenuhnya…penyesalan sedikit terasa. Tapi biar lah, lebih baik memberikan kesimpulan:
- harus meningkatkan kewaspadaan
- ga bagus ternyata tidur dengan kamar terbuka dan topless, untung pencuri hape yang masuk, coba kalau babeh/robot gedeg yang masuk…ah sudah jangan dibayangkan
- simpen barang2 berharga yang mudah diambil di laci yang terkunci kalau mau lebih aman lagi
- (jadi ingin membeli cctv nih,,lebay, hape baru saja belum tentu terbeli)
mohon do’a restu agar kakak saya mau meminjamkan uangnya…
Komentar Terakhir Sahabat